Segmentasi dalam Sosial Media

segmentasi sosial media
Sumber gambar : dewanstudio.com

Tes

P

Intro

kira-kira kayak gitu ya cara kenalan di Facebook dulu, jadi pengen nostalgia jaman-jaman facebook jadi sosial medianya segala umat nih, bukannya mau rasis sama sosmed nih ya, aku lihat kalo sekarang sosial media tuh tersegmentasi/terpisah-pisah ke berbagai golongan/kelompok penggunanya, nih ya aku kasih tau beberapa Segmentasi dalam Sosial Media.

  • Instagram

Biasanya kalo Instagram tuh ya, kebanyakan buat orang yang suka foto-foto, suka pamer eh lebih tepatnya sharing xixixi tentang gaya hidup/lifestyle mereka, entah itu outfit/makanan/liburan dan mau konten fotonya tetep jernih dan kece, tapi ya itu, sosial media ini memekan banyak paket data, yakali main ig ga muncul video artis idola, mana resolusi video/gambarnya HD lagi, gak kerasa sisa paket tinggal sekian mb xixixi, jadi Instagram atau yang kerap di singakat menjadi IG biasanya anak-anak hitz doang sih yang main, kalo admin sendiri gak main, ada akunnya tapi gak punya circle di ig, gak anak hitz soalnya xixixi.

  • Twitter

Selanjutnya Twitter, didirikan oleh Jack Dorsey dan rekan-rekannya tentunya, konon katanya jadi sosial media paling Damai, kalem, syahdu ,di antara sosmed lainnya, para penggunanya kerap dijuluki “smart peoeple” atau kaum elit oleh pengguna sosmed lain, tapi emang bener sih, sosial media dengan logo burung ini hawanya emang damai, kalem, tenang, nyejukin lah intinya.Iya lah orang di Twitter banyak konten “pemersatu bangsa” gimana gak tenang xixixi, gaperlu dijelasih lah ya udah kalian lebih tau daripada saya saya jamin itu.

  • Facebook

Sedangkan Facebook apa kabar? to the point aja ya, berita hoax paling banyak di facebook kalo menurut saya,kenapa? kok banyaknya berita hoax dan gak ada habisnya yang tersebar di beranda facebook? karena, di daerah saya nih ya, yang pakai/menjadikan facebook sebagai media sosial utama adalah bapak-bapak/ibuk-ibuk/janda-janda/om-om, pokoknya yang sudah berumur lah, yang gampang sekali di pengaruhi berita hoax, apalagi ibuk-ibuk tuh, walau gak semuanya tapi akebanyakan sih, kalau ada berita dikit jadi gosip, di share ke grup keluarga, grup arisan, grup mabar ML, grup kepala panitia bansos xixixi, ya jadi gitu, yang bikin males main fb salah satunya itu, selain itu juga ada banyak banget akun artis-artis unverived /fan akun share hal-hal gak penting seenaknya sendiri “ya kan kalo gak suka artisnya tinggal di block bang” yaa bukan masalah itunya sih bro, gimana ya, saya merasa gak nyaman aja gitu, pertama. Mereka menggunakan postingan asli dari konten dari artis tersebut untuk menarik perhatian fansnya tanpa izin. Kedua setelah dapat perhatian dari fans nya terus biasanya mereka mengeksploitasi rasa kagum/suka terhadap idolanya, dengan cara ketik 1 biar masuk surga lah xixixi, share jika kalian sayang idola kalian, naroh link tuh di postingannya, entah itu link aman atau tidak kita kan ibuk-ibuk tadi gak tau, atau gak ada nih fan akun nya Siskaee minta ditemenin satu malem tuh di hotel dengan syarat klik link di bio atau apa lah,ada bapak-bapak lihat tuh postingan, akhirnya ikutah bapak tersebut, dan. Dan sebenernya saya ngarang cerita tentang siskaee ini, pengarang yang gak begitu handal xixixi, tapi kan ga menutup kemungkinan bisa terjadi hal serupa.

  • Tiktok

Terakhir yang saya masukan ke dalam list. adalah Tiktok, didirikan oleh Zhang Yiming pada tahun 2016 sukses menarik perhatian pecandu gadget Indonesia, walaupun tidak begitu cepat di terima oleh masyarakat Indonesia karena pada masa itu Tiktok identik dengan “dance” yang terkesan Alay. Tapi seiring berjalannya waktu, bersamaan dengan diberlakukannya PSBB kemarin waktu pandemi corona, kan libur panjang tuh, yang aslinya 2 minggu molor jadi 2 tahun++ xixixi, Banyak dari kita yang butuh hiburan baru yang fresh,dikala itu facebook, twitter, dan sosial media lainnya dipenuhi dengan berita & isu tentang Covid-19. Tiktok mulai dilirik karena banyak cewek “Paha ayam” dan “Dada ayam” disana, produk lokal pula, bikin betah lama-lama main TT xixixi, bukan hanya itu, video-video singkat tapi berfaedah/lifehack juga mudah sekali ditemui di tiktok, dengan algoritmanya yang sedemikian rupanya, jadi video yang disarankan kita di beranda kita/FYP kita itu semua video yang mirip/setema dengan video kita suka/minati saja. Oleh karena itu segmentasi sosial media ini adalah yang paling luas menurut saya, orang tua, anak kecil, remaja, kang ngepush ML, bahkan seorang homosexsual pun bisa mendapat asupan konten yang dia minati di FYP/beranda mereka masing-masing.walaupun tiktok ini memakan banyak sekali data sama seperti youtube yang berbasis video, tapi kalau sya pribadi nih ya, kayak gini “jangan buka Youtube ah paket data mau abis, kalo tiktok gapapa sans, demi paha ayam” xixixi.

Berhubung saya cuma aktif di 4 sosial media tersebut jadi sementara saya hanya bisa memberikan 4 list sosial media bersama segmentasi penggunanya sejauh yang sya lihat di lingkungan saya, sebetulnya ada satu lagi sih, aplikasinya namanya “Mi Chat”, tapi gak dulu deh, belom ada yang cocok buat di review xixixi. kalau kalian ada saran tambahin ini bang, tambahin itu bang, silahkan tulis saja di kolom komentar ok 🙂

Sekian konten gabut kali ini, selamat pagi/siang/malam. terserah kalian bacanya pas kapan, terimakasih sudah merelakan sedikit waktunya buat gabut bareng saya bahas sesuatu yang random yang ada di uneg-uneg saya.

Post a Comment

0 Comments